Menyususn Teks Eksemplum
Ø Kerangka :
I.
Pengalaman
menyedihkan
·
Terjadi
bulan lalu
·
Tejadi
saat tengah hari
·
Tokoh
tertidur lelap
II.
Tokoh
senang bermain api
·
Tokoh
mendapati korek api di halaman rumah
·
Tokoh
memainkan api
·
Tokoh
menyenggol api
III.
Rumah
tokoh terbakar
·
Tokoh
merasa lelah dan ingin tidur siang
·
Tokoh
merasa api akan baik-baik saja
·
Api
dengan cepat membara
·
Tokoh
mencium bau terbakar
·
Tokoh
pingsan
IV.
Petugas
DAMKAR datang
·
Warga
setempat menghubungi petugas pemadam kebakaran
·
Petugas
pemadam kebakaran datang dan segera memadamkan api
·
Petugas
membawa tokoh keluar rumah
·
Tokoh
tebangun dan terkejut
V.
Menyadari
menggunakan barang harus dengan bijak
·
Mengetahui
bahaya api
·
Menyimpan
korek api
·
Mengetahui
agar tidak terjadi peristiwa yang sama
VI.
Gunakanlah
barang dengan bijak, ketahuilah bahaya yang dapat ditimbulkan dari barang
tersebut.
Ø
Pengembangan :
Jago Merah
Meratapi Nasibku
Aku mempunyai pengalaman menyedihkan yang tidak akan pernah
terlupakan. Peristiwa ini terjadi bulan lalu saat tengah hari. Aku sedang tidur
terlelap, tiba-tiba api yang membara membakar rumahku.
Ketika itu aku
sedang berjalan-jalan di halaman rumah. Aku terkejut melihat korek api yang
sudah usang di depan kakiku. Tanpa berpikir panjang aku mengambil benda itu dan
membawanya masuk ke kamarku. Kunyalakan lilin yang berada di depan cermin
dengan menggunakan korek itu. Aku senang sekali membuat bayang-bayang api.
Waktu telah lama berlalu dan aku sudah mulai merasa bosan. Saat aku mengubah
posisi badanku tanpa disengaja aku menyenggol lilin yang kumainkan. Aku melihat
lilin itu hanya berpindah tempat dan aku mengabaikannya.
Saat itu entah
mengapa aku pun mengantuk dan ingin tidur siang. Aku menoleh ke arah lilin itu
dan kulihat lilin itu baik-baik saja. Disaat aku tertidur pulas, api dari lilin
itu membakar gorden kamarku dan menjalar hingga ke seluruh bagian rumah. Di
tengah nyenyaknya tidurku aku terbangun karena mencium bau terbakar. Betapa
terkejutnya aku meliahat api yang sedang mengelilingiku. Aku tidak bisa
berpikir apa-apa, yang kulakukan hanyalah berteriak minta tolong. Tidak lama
kemudian, aku terjatuh pingsan karena tidak tahan mencium bau asap yang
memenuhi seluruh rumahku.
Untunglah salah
seorang warga sempat menghubungi petugas pemadam kebakaran. Selang beberapa
menit kemudian, petugas pemadam kebakaran datang dan segera memeadamkan api.
Warga yang baik hati itu mengatakan kepada salah seorang petugas bahwa diriku
masih terjebak di dalam rumah. Dengan sigap petugas pemadam kebakaran masuk ke
dalam rumahku menerjang api hanya untuk menyelamatkanku. Petugas itu akhirnya
menggendongku ke luar rumah. Seketika itu juga aku tersadar dan betapa
terkejutnya aku, Tuhan masih memberikanku umur yang panjang meski semua harta
bendaku pasti akan habis dilahap api.
Dari peristiwa
tersebut aku sadar bahwa, barang harus diperlakukan dengan bijak bukan malah
disia-siakan. Seandainya saja waktu itu aku tidak menggunakan korek api itu
untuk mainan tapi menyimpannya, pasti peristiwa ini tidak akan terjadi. Tetapi
waktu tidak bisa diputar kembali. Sekarang aku hanya bisa meratapi nasibku
sebagai gelandangan memohon belas kasihan dari orang-orang.
Sekarang, aku pun
mengerti barang harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya. Kita harus mengerti
akibat apa yang dapat ditimbulkan dari barang itu sebelum menggunakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar