Menyusun
Teks Tantangan
A.
Kerangka
:
v Judul : “Kebijakan Pakaian Bekas Impor”
v Isu :
Ø Larangan impor pakaian bekas.
v Argumen :
Ø Pedagang tolak larangan kebijakan pakaian bekas impor.
Ø Pedagang gulung tikar.
Ø Pendapat pembeli.
v Simpulan :
Ø Pemerintah memikirkan lebih matang mengenai larangan kebijakan
pakaian bekas impor.
B.
Pengembangan
:
Kebijakan Pakaian Bekas Impor
Pemerintah akan menerapkan larangan
impor pakaian bekas ke Indonesia. Seperti
diketahui, Menteri perdagangan sudah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan
(Permendag) tentang perdagangan yang menyatakan setiap importir wajib mengimpor
barang dalam keadaan baru. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan masalah
kesehatan dan persoalan ke depan yang akan ditimbulkan pakaian impor ini.
Sejak wacana ini merebak, dunia
perdagangan menyatakan keberatan dengan kebijakan ini. Para pedagang
pasar yang sudah berjualan turun temurun selama puluhan tahun tersebut
mengaku akan gulung tikar apabila pemerintah memberlakukan larangan impor
pakaian bekas dari Korea, Jepang, Cina dan Amerika Serikat.
Salah seorang pedagang, Robinson Sinulingga
mengaku kepada wartawan, menolak kebijakan tersebut karena akan mematikan
penghasilan ratusan orang bahkan ribuan pedagang pakaian eks impor
tersebut. “Jelas kami menolaknya, ini perkara perut. Kalau dilarang, kami
mau makan apa dan apa buat biaya anak sekolah kami”, cetusnya. Robinson
mengungkapkan bahwa ratusan pedagang pakaian bekas impor sudah puluhan tahun
menggantungkan hidup dari berjualan pakaian bekas. Kalau dilarang, maka
jumlah pengangguran akan semakin banyak. “Pokoknya kami menolak. Sudah
puluhan tahun kami menggantungkan hidup disini”, cetus Robinson yang mengaku
generasi ketiga menggantikan dari orang tuanya.
Selama berdagang, ujar Robinson, belum ada
laporan atau komplain pembeli yang mengalami penyakit atau virus dari
memakai pakaian bekas asal luar negeri. Malah, pembeli mengaku terbantu
dengan adanya pedagang pakaian bekas impor tersebut. “Selain harganya murah dan
kualitasnya terjamin”, katanya. Terkait hal tersebut, konsumen juga ikut ambil
suara.
Keberadaan pakaian besar saat ini, pada dasarnya dapat dijadikan
sebagai alternatif bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memenuhi
kebutuhan sandang. Hal ini dikarenakan, pakaian baru biasanya bisa dibeli
masyarakat kalangan menengah ke atas.
Salah seorang pembeli, Bu Ema mengaku sangat
keberatan kalau pakaian bekas impor tersebut tidak boleh diperjual
belikan. “Justru dengan adanya pakaian bekas ini, kami warga biasa bisa
membeli pakaian berkelas dari luar negeri”, paparnya. Bukan itu saja,
selain harganya murah serta terjangkau dengan isi kantong masyarakat, juga
belum pernah ada kabar konsumen pakaian bekas yang terkena virus penyakit
menular gara-gara memakai pakaian bekas. “Coba bayangkan, dengan uang Rp
100.000 kita bisa mendapatkan minimal 3 sampai 5 potong pakaian yang berkelas”,
terangnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi ketakutan
tertular penyakit kulit, Bu Ema mengaku masalah itu mudah untuk
mengantisipasinya, hanya dengan merendam air panas menggunakan detergen
dan menjemurnya ke sinar matahari serta melakukan setrika, baru
dipakai. “Untuk fashion, pakaian bekas tidak kalah gaya dengan
pakaian di plaza-plaza”, ujarnya.
Dari penjelasan di atas, seharusnya pemerintah
memikirkan lebih matang mengenai larangan kebijakan pakaian bekas impor di
Indonesia. Pemerintah juga harus melihat dampak yang akan terjadi pada
masyarakat ke depannya apabila hal ini diterapkan pada masyarakat.
Casinos Near Me - JtmHub
BalasHapusCheck out the nearest casinos and 나주 출장안마 book the 의왕 출장샵 nearest 상주 출장안마 I'd say 인천광역 출장마사지 it's not the cheapest place to 나주 출장샵 find a casino near me, as the number one spot for all casino