Welcome!

Selamat Datang! Mari Berbagi dan Berdiskusi Bersama

Rabu, 18 Mei 2016

Teks Tantangan - Kebijakan Pakaian Bekas Impor

Menyusun Teks Tantangan

A.    Kerangka :
v  Judul : “Kebijakan Pakaian Bekas Impor”
v  Isu :
Ø  Larangan impor pakaian bekas.
v  Argumen :
Ø  Pedagang tolak larangan kebijakan pakaian bekas impor.
Ø  Pedagang gulung tikar.
Ø  Pendapat pembeli.
v  Simpulan :
Ø  Pemerintah memikirkan lebih matang mengenai larangan kebijakan pakaian bekas impor.





B.     Pengembangan :

Kebijakan Pakaian Bekas Impor

            Pemerintah akan menerapkan larangan impor pakaian bekas ke Indonesia. Seperti diketahui, Menteri perdagangan sudah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang perdagangan yang menyatakan setiap importir wajib mengimpor barang dalam keadaan baru. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan masalah kesehatan dan persoalan ke depan yang akan ditimbulkan pakaian impor ini.

            Sejak wacana ini merebak, dunia perdagangan menyatakan keberatan dengan kebijakan ini. Para pedagang pasar yang sudah berjualan turun temurun selama puluhan tahun tersebut mengaku akan gulung tikar apabila pemerintah memberlakukan larangan impor pakaian bekas dari Korea, Jepang, Cina dan Amerika Serikat.

Salah seorang pedagang, Robinson Sinulingga mengaku kepada wartawan, menolak kebijakan tersebut karena akan mematikan penghasilan ratusan orang bahkan ribuan pedagang pakaian eks impor tersebut. “Jelas kami menolaknya, ini perkara perut. Kalau dilarang, kami mau makan apa dan apa buat biaya anak sekolah kami”, cetusnya. Robinson mengungkapkan bahwa ratusan pedagang pakaian bekas impor sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berjualan pakaian bekas. Kalau dilarang, maka jumlah pengangguran akan semakin banyak. “Pokoknya kami menolak. Sudah puluhan tahun kami menggantungkan hidup disini”, cetus Robinson yang mengaku generasi ketiga menggantikan dari orang tuanya.

Selama berdagang, ujar Robinson, belum ada laporan atau komplain pembeli yang mengalami penyakit atau virus dari memakai pakaian bekas asal luar negeri. Malah, pembeli mengaku terbantu dengan adanya pedagang pakaian bekas impor tersebut. “Selain harganya murah dan kualitasnya terjamin”, katanya. Terkait hal tersebut, konsumen juga ikut ambil suara.

Keberadaan pakaian besar saat ini, pada dasarnya dapat dijadikan sebagai alternatif bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan sandang. Hal ini dikarenakan, pakaian baru biasanya bisa dibeli masyarakat kalangan menengah ke atas.

Salah seorang pembeli, Bu Ema mengaku sangat keberatan kalau pakaian bekas impor  tersebut tidak boleh diperjual belikan. “Justru dengan adanya pakaian bekas ini, kami warga biasa bisa membeli pakaian berkelas dari luar negeri”, paparnya. Bukan itu saja, selain harganya murah serta terjangkau dengan isi kantong masyarakat, juga belum pernah ada kabar konsumen pakaian bekas yang terkena virus penyakit menular gara-gara memakai pakaian bekas. “Coba bayangkan, dengan uang Rp 100.000 kita bisa mendapatkan minimal 3 sampai 5 potong pakaian yang berkelas”, terangnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi ketakutan tertular penyakit kulit, Bu Ema mengaku masalah itu mudah untuk mengantisipasinya, hanya dengan merendam air panas menggunakan detergen dan menjemurnya ke sinar matahari serta melakukan setrika, baru dipakai. “Untuk fashion, pakaian bekas tidak kalah gaya dengan pakaian di plaza-plaza”, ujarnya.


Dari penjelasan di atas, seharusnya pemerintah memikirkan lebih matang mengenai larangan kebijakan pakaian bekas impor di Indonesia. Pemerintah juga harus melihat dampak yang akan terjadi pada masyarakat ke depannya apabila hal ini diterapkan pada masyarakat. 

1 komentar:

  1. Casinos Near Me - JtmHub
    Check out the nearest casinos and 나주 출장안마 book the 의왕 출장샵 nearest 상주 출장안마 I'd say 인천광역 출장마사지 it's not the cheapest place to 나주 출장샵 find a casino near me, as the number one spot for all casino

    BalasHapus